MAWAR, BUNGA BERANEKA RAGAM JENIS DAN BERNILAI EKONOMI TINGGI


Mawar  merupakan tanaman bunga yang bernilai komersial tinggi, karena kegunaannya yang sangat luas. Bunga mawar adalah bunga yang paling banyak digunakan sebagai bunga potong hias dalam berbagai event seremonial, pesta perkawinan, keagamaan. Sebagai komponen dekorasi dan interior bunga mawar telah mendapat tempat teratas diantara bunga lainnya. Bunga mawar ini sangat sering dijumpai di tempat wisata, hotel, villa, gedung perkantoran, bahkan perumahan. Selain itu minyak Atsiri bunga mawar yang diperoleh dari distilasi bagian mahkota bunga/petal dimanfaatkan secara luas untuk keperluan industri parfum. Berbagai jenis parfum dihasilkan diversitas genetik mawar.
Potensi bisnis dari tanaman mawar ini juga sangat menjanjikan, dikarenakan meningkatnya pesanan di tiap tahunnya. Di Indonesia Bunga mawar menempati urutan pertama sebagai bunga potong hias , selanjutnya disusul oleh bunga Chrysan. Bunga mawar memiliki potensi sosial ekonomi yang tinggi. Di Belanda, Bunga mawar bahkan menjadi penyumbang perolehan devisa terbesar negeri itu. Di Indonesia sendiri, untuk permintaan dari bunga mawar sendiri cenderung meningkat. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan lain-lain.
Mawar (Rosa L.) merupakan tanaman bunga hias sejenis herba tahunan ( Pyrennial Herbs)  yang memiliki keindahan pada kelopak bunga, dengan batang berduri. Terdapat kurang lebih 200 spesies mawar yang tersebar diberbagai belahan dunia (Renders Aloisi & Bollereou,1996). Tanaman ini merupakan tanaman asli subtropis. Hasil analisis Daerah asal bunga mawar diduga kuat dari dataran Cina kemudian menyebar ke Asia tengah Eropa Timur dan Persia, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia (Raymond, 1999).
Di Indonesia sendiri Sentra penghasil mawar terbesar terdapat di kota Batu (Jawa Timur), dan Bandung Barat (Jabar). Di negeri kita ini, terdapat 2  kelompok jenis bunga mawar yaitu Mawar Introduksi dan Mawar Nasional. Mawar Introduksi yang banyak dikembangkan di Indonesia antara lain Tineke, Grand Gala, Black Magic, First Red, Confetti, Sexy Red, Avalanche, Mohana, Osiana, Revival, Dolcevita, Belavita, dan lain-lain.
Sedangkan beberapa contoh mawar nasional adalah mawar Pertiwi, Megawati, Putri, Talitha, Shananda, Fortuna, Mega Putih, Pergiwati, Pergiwo, Rosma, Clarissa, Velerie, Pracita dan Siska. Mawar nasional dihasilkan oleh peneliti lokal Balai Peneliti Tanaman Hias (BALITHI) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP). Mawar paling populer peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium karena memiliki warna bunga yang beragam dari putih sampai merah padam serta produktivitas tinggi sekitar 120 -280 kuntum bunga/m² per tahun.
Mawar merupakan tanaman yang adaptif dari berbagai jenis iklim, cuaca, ketinggian. Tapi bagaimanapun juga sebagai tanaman asli subtropis tentunya mereka itu suka banget dengan iklim khas subtropis di musim panas, yang panas dan kering/ kelembaban rendah ketika siang hari, dan dingin kering ketika malam hari, serta tidak suka curah hujan yang terlalu tinggi. Sehingga anda menjadi paham  mengapa kota Batu menjadi sentra produksi mawar, karena  cuaca sangat identik dengan Subtropis. Namun demikian diwilayah dataran rendah dan panas sekalipun mawar tetap bisa tumbuh kendati kurang optimal.
Menanam mawar memang bukan perkara sulit, namun demikian pengetahuan kita tentang florikultur bunga tersebut dapat membantu pekerjaan anda menanam dan merawat  bunga mawar lebih optimal dan efisien. Terutama jika anda sebagai penghobi tanaman hias yang sibuk, saya.kira itu adalah hal wajib dimiliki. Selanjutnya kita fokus ke cara menanam mawar.

Berikut ini langkah-langkah dalam menanam mawar:
1. 1.Persiapan Media Tanam
Penanaman bunga mawar dapat Anda lakukan di lahan taman, kebun dan polybag/pot. Cara persiapan media tanam pada pot/polybag berbeda-beda untuk masing-masing lahan. Berikut ini tata cara penyiapan lahan atau media tanam:


a. Persiapan Lahan Taman/Kebun


1. Pemilihan Lahan ; Gunakan lahan dengan kandungan tanah berpasir, gembur, dan drainase baik.

2. Sterilisasi ; Bersihkan lahan dari semak atau rumput yang tumbuh. Sterilkan lahan atau media tanam dari jamur maupun pathogen lainnya dengan mengemburkannya dan kemudian dipanas-keringkan dibawah terik matahari. Kendalikan keberadaan hama yang berpotensi mengganggu pertumbuhan awal tanaman. Misalnya hama siput (mollusca) seringkali bersembunyi dibalik bebatuan atau tumpukan biomassa dan menyerang tanaman muda di malam hari. Usahakan kendalikan secara alami, jika tidak memungkinkan baru pestisida kimia.

3. Pengkondisian Lahan ; Pada lahan yang terlalu asam ( pH rendah) berikan campuran kapur, saat pengolahan tanah dengan menambahkan pupuk dolomit pertanian . Jika kandungan bahan organik tanah kurang maka tambahkan pupuk organik. Dosis pupuk kandang (20 ton/hektar).

4. Pembedengan ; Buat bedengan atau galengan (ukuran L 100 cm T 30 cm) Panjang bedengan disesuaikan dengar kondisi lahan.. Pembuatan bedengan diperlukan untuk memudahkan anda saat melakukan perawatan tanaman dan juga mengurangi kejenuhan tanah akibat air hujan.

5. Pemulsaan ; Pemberian mulsa sebenarnya tidak wajib, namun ini adalah sebagai bentuk proteksi dari gulma , sekaligus menjaga kelembapan tanah. Dengan pemberian mulsa perkembangan akar dan penyerapan nutrisi lebih baik, sehingga tanaman lebih cepat tumbuh dan lebih tahan penyakit . Anda dapat menambahkan mulsa mulsa plastic maupun menggunakan biomassa jerami.

6. Pelubangan ; Buat lubang untuk menanam bibit . Kedalaman dan diameter lubang dikira2 menyesuaikan ukuran bibit stek atau bibit semai biji yang digunakan. Jangan terlalu dalam dan terlalu dangkal. Berikan 1/2 kg pupuk kandang yang sudah matang pada lobang.


b. Persiapan Pot/Polibag

1. Persiapan media ; prinsipnya yaitu sama seperti pada persiapan media lahan diatas kandungan tanah berpasir, gembur, dan cukup kandungan organic/ dengan menambahkan pupuk kandang.

2. Persiapan Pot atau Polibag; Gunakan pot atau polybag yang anda inginkan, tapi jangan terlalu kecil. Idealnya minimal 40x40, sehingga dapat menyokong tanaman mawar sampai berbunga. Periksa lobang polybag atau pada pot untuk membuang kelebihan air. Jika wilayah anda curah hujan tinggi, dapat anda tambah, atau perbesar lubang, sehingga air tidak sampai menggenang dan membuat tanaman mawar busuk.

3. Sterilisasi ; Strilisasi media dengan mengeringkan dibawah terik matahari. Strilisasi media tidak wajib, namun demikian penting untuk menghindari serangan jamur pathogen maupun nematode.

4. Pemulsaan; pemulsaan diberikan setelah mawar ditanam , menggunakan serasah atau cocopeat.


1. 2 . Penanaman dan Perawatan

Langkah-langkah Penanaman

Tahapan dalam menanam stek batang mawar (rose cuttings) adalah sebagai berikut.

Potong batang pohon mawar sepanjang 15-20 cm menggunakan pisau atau gunting tanaman yang tajam dan steril.

Masukkan batang pohon mawar sesaat sesudah dipotong ke dalam air yang ditambahkan vitamin B1. Fungsinya agar mawar tetap segar hingga proses penanaman.

Sebelum ditancapkan ke dalam lubang, gunting daun-daun yang berada di bagian bawah batang dan oleskan perangsang akar yang dijual di toko pertanian terdekat. Ada banyak merk salah satu yang terkenal dan kamis erring gunakan adalah merk Root-Up.

Lubangi media tanam dalam pot. Usahakan kedalamannya kurang dari setengah dari tinggi batang mawar yang sudah dipotong (5 cm).

Tancapkan batang mawar yang telah dipotong dan dibuang daunnya tadi ke dalam media tanam. Anda bisa menambahkan hormon penumbuh akar pada dasar batang mawar atau pada lubang tanah untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Semprot menggunakan air spray pada batang yang (dicampur dengan vitamin B1 lebih baik ) sampai tunas daun baru tumbuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada Jendral dalam korban G30S PKI

 Pembaca yang terhormat, anda harus tahu bahwasanya tidak ada Jendral dalam korban G30S PKI. Dari semua korban paling senior yaitu letnan je...