KUPU-KUPU GAJAH TERNYATA BUKAN KUPU-KUPU?



Kupu-kupu Gajah (Attacus atlas)


Sebenarnya apa yang disebut kupu gajah oleh masyarakat umum adalah sejenis ngengat bertubuh besar yang menyebar luas di wilayah tropis dan subtropis Asia Tenggara, sangat umum ditemukan di negeri kita Indonesia. Spesies ini dikenal luas oleh masyarakat Internasional sebagai Atlas moth.




Dari namanya , sudah terlihat jelas bahwa istilah (Moth= Ngengat) berbeda dengan (Butterfly= Kupu-kupu). Tapi dari wujud fisiknya ( morfologis), Jika tak jeli kita akan sulit membedakan antara ngengat dan kupu-kupu.







Kedua binatang ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama dari familia Lepidoptera. Secara morfologis, keduanya memiliki perbedaan yang dapat dengan mudah kita identifikasi. Berikut empat perbedaannya, seperti dilansir oleh Sciencebob.com:


1. Kupu-kupu kalau hinggap dan beristirahat di suatu tempat, akan menutup kedua sayapnya. Sedangkan ngengat akan membiarkan sayapnya terbuka lebar.

2. Kupu-kupu memiliki antena yang panjang dan tipis. Sedangkan antena ngengat lebih pendek dan berbulu.

3. Kupu-kupu lebih aktif mencari makan pada siang hari (diurnal). Sedangkan ngengat aktif pada malam hari (nocturnal).

4. Ngengat kebanyakan akan menghasilkan kepompong sutra, sedangkan kupu-kupu biasanya membuat kepompong yang mengkilap.


Kupu-kupu gajah kerap dianggap sebagai ngengat yang terbesar di dunia, khususnya terkait luas permukaan sayap-sayapnya, yang mencapai 400 cm². Rentang sayapnya pun termasuk salah satu yang terlebar, hingga lebih dari 25 cm (10 in). Ngengat betina ukuran tubuhnya lebih besar dan lebih berat daripada yang jantan.




Ngengat ini dinamai kupu-kupu gajah. Ini disebabkan karena ukuran tubuhnya yang besar, seperti halnya Gajah. Dalam bahasa asing, disebut ngengat atlas karena dikaitkan dengan tokoh mitologi Yunani Atlas, juga karena pola-pola di sayapnya menyerupai peta.D bahasa orang Kanton di Hongkong namanya berarti "ngengat kepala ular", merujuk pada gambaran di ujung sayap depannya yang mirip kepala ular.

Larva spesies ini yang berukuran besar dikenal sebagai ulat keket (Jawa: uler kékét), atau ulat jedung.







Perangko bergambar ngengat gajah dari Jepang

yangmemiliki rentang sayap terlebar sejauh ini adalah Thysania agrippina.  Salah satu spesimen kupu-kupu gajah yang terbesar dari Jawa tercatat memiliki rentang sayap 262 mm, sementara rentang sayap Thysania diklaim sekitar 270–280 mm (11 in).

Manfaat

Ulat keket Attacus atlas menghasilkan benang sutera yang dijalinnya menjadik untuk melindungi dirinya ketika menjadi kepompong. Sutera yang dihasilkannya, dikenal sebagai sutera liar atau sutera alam, dianggap memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sutera hasil peliharaan ulat Bombyx mori. Kain sutera liar ini lebih sejuk saat dipakai, tahan kusut, anti alergi, lebih halus, dan memiliki variasi warna eksklusif. suteraDi India ulat keket dikenal sebagai fagara.


Ulat keket atau ulat jedung ini juga dapat memakan pelbagai jenis daun tumbuhan. Di antaranya, yang biasa dijadikan pakan adalah daun tanaman dadap gempol, keben, poncosudo, s  avocado dan Senggugu (Clerodendron).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada Jendral dalam korban G30S PKI

 Pembaca yang terhormat, anda harus tahu bahwasanya tidak ada Jendral dalam korban G30S PKI. Dari semua korban paling senior yaitu letnan je...